Warning: Division by zero in /home/myngncom/public_html/wp-config.php on line 92

Warning: Division by zero in /home/myngncom/public_html/wp-config.php on line 92

Warning: include(/home/myngncom/public_htmlphp”) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/myngncom/public_html/wp-config.php on line 92

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/home/myngncom/public_htmlphp”' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/myngncom/public_html/wp-config.php on line 92
keluarga | mynguan.com

Tag Archive for keluarga

Harlem Shake, Kebersatuan Asimetris

Dunia perinternetan kembali dihebohkan dengan fenomena tari-menari.Tahun lalu kita dihebohkan dengan fenomena Psy si rapper Korea dengan goyang Gangnam Style-nya. Sebuah tarian naik kuda yang benar-benar menggoyang, maksudnya menggoyang dunia, hehehe sampai tokoh-tokoh dunia ikutan bergoyang bersama Psy. Tariannya padahal cukup sederhana, kayaknya.

Berbeda dengan Gangnam Syle yang ditarikan secara serempak, Harlem Shake hadir dengan ketidakserempakan, awas salah baca >:). Kalau istilah saya sih kebersatuan asimetris. Yaitu suatu hal menarik karena ketidakseragamnya. Selain menarik, keberagaman tersebut juga membuat padu dan bersatu. Read more

Membaca Ibuk

Kemarin saya akhirnya membeli buku karangan Iwan Setyawan yang berjudul Ibuk. Sudah lama saya ingin membeli buku itu. Cuma satu alasannya, saya ingin “hidup.”

Membaca Ibuk membuat saya berseluncur ke dalam kenangan-kenangan masa kecil. Kenangan di rumah dinas Bapak yang kami tinggali sejak saya SD sampai SMA kelas dua. Ah kalo baca buku Ibuk bawaannya pasti ingin menangis. Kalo kau gak menangis pas baca Ibuk, hati-hatilah, mungkin kau sedang pingsan atau bahkan mati. Read more

Menangkap “Serdadu Kumbang”

Serdadu Kumbang

Amek, Umbe, dan Acan adalah tiga bocah bersahabat karib yang hidup dalam kondisi serba kekurangan di sebuah perbukitan di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Persahabatan ketiga bocah ini seakan tak terpisahkan.

Amek, bocah yang menderita bibir sumbing, tinggal bersama “Inaq” (ibunya) Siti dan kakaknya Minun di sebuah rumah panggung sederhana yang jauh dari kota, sejak ia ditinggal ayahnya Zakaria (Jack) merantau mengadu nasib ke Malaysia.

Selain tiga sahabat sejati, Amek juga memiliki seekor kuda kesayangan yang diberi nama “Smodeng”.

Kendati hidup dalam kondisi serba kekurangan, ketiga bocah Bukit Mandar itu masing-masing punya cita-cita. Amek, misalnya ingin menjadi penyiar dan presenter TV nasional. (oase.kompas.com)

Tadi saya habis nonton film ini bersama Mbak Rizka. Seperti kebanyakan film Indonesia yang benar-benar film, film garapan Alenia Production ini sangat bagus. Ada beberapa hal yang saya tangkap dari film ini. Read more

Selamat Jalan Nenek..

Hari ini.. Aku balik ke Jogja. Aku pulang dari rumah nenek. Ada yang berbeda, hari ini aku tidak bisa berpamitan dengan beliau. Nenek sudah meninggal hari Sabtu kemarin :berdukas.

Sekarang dan besok jika ke rumah nenek aku tidak bisa minta dimasakin sambal goreng dan opor.
Read more

Protected

2013-05-25 12:18:46